HIMALOGIN

Temanggung Sentra Agroindustri

Temanggung Sentra Agroindustri

Tawangmangu Didorong Kembali Jadi Sentra Agroindustri

 

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Upaya memulihkan Tawangmangu sebagai sentra agroindustri terus dilakukan. Salah satunya, petani didorong menanam bawang. Hasilnya, satu hektare lahan menghasilkan sedikitnya 22,5 ton ton bawang unggulan.

“Jika harga sedang bagus, di tingkat petani harganya bisa sampai Rp 10.000/kilo. Itupun dengan pohonnya. Kalau sudah diperetheli harganya bisa sampai Rp 15.000/kilo,” kata Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Siti Maesyaroch. Di sela-sela panen bawang di Tawangmangu bersama Bupati Rina Iriani dan Dirjen Pascatanam Kementerian Pertanian Zoelbahar, dia mengatakan dengan modal produksi menanam sebesar Rp 45 juta perhektare, maka  keuntungannya sangat berlipat.

“Bisa dihitung, hasilnya dengan harga minimal saja sudah Rp 225 juta. Dikurangi biaya produksi, maka hasil yang diperoleh masih sekitar Rp 180 juta/hektare. Sangat menggiurkan,” kata dia.

Padahal dengan masa tanam 120 hari, maka sebetulnya waktunya hampir sama dengan menanam padi. Karena itu sebetulnya menanam bawang sangat lebih menguntungkan dibandingkan dengan menanam padi dan lainnya.

“Tentu disesuaikan dengan kondisi iklim yang ada. Yang pasti, ini sebetulnya salah satu alternative menaikkan tingkat kesejahteraan petani di Tawangmangu, dan juga mewujudkan kawasan ini sebagai salah satu pusat agroindustri seperti
dulu,” kata dia.

Bupati Rina Iriani mengatakan dulu puncak Lawu dikenal sebagai pusatnya berbagai tanaman unggulan. Seiring dengan perkembangan, potensi itu mulai merosot. Sekarang ini mulai digiatkan lagi, petani didorong agar menanam berbagai tanaman unggulan, seperti bawang putih ini.

( JKH / CN32 / JBSM )

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/09/05/129021/Tawangmangu-Didorong-Kembali-Jadi-Sentra-Agroindustri


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *