HIMALOGIN

Maksimalkan Pengolahan Limbah

Maksimalkan Pengolahan Limbah

Maksimalkan Pengolahan Limbah

Bukittinggi, Padek—Guna me­lindungi ekosistem ling­ku­ngan hidup dan dampak bau tidak sedap yang ditimbulkan dari limbah kotoran hewan, khu­susnya di Rumah Potong Hewan (RPH), Dinas Pertanian Kota Bukittinggi, memaksimalkan kebe­radaan Saluran Pengolahan Air Limbah (SPAL), dengan sistem jaringan bertingkat sebe­lum dibuang ke saluran drai­nase.

 

”SPAL yang dibangun tahun 2012 lalu itu, dengan meman­faatkan dana dari pemerintah pusat, yang disalurkan oleh pemerintah provinsi sebesar Rp700 juta, yang pem­ba­ngu­nan­nya disesuaikan dengan kapasitas dan tingkat limbah yang dihasilkan RPH tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Bukittinggi, Melwizardi di ruang kerjanya, kemarin.

 

Menurutnya, pembangunan SPAL merupakan upaya untuk melindungi ekosistem sekitar kawasan RPH, serta meng­an­tisipasi adanya keluhan dari masyarakat terhadap timbulnya bau tidak sedap, dan kebera­da­an­nya juga disesuaikan dengan standar kesehatan lingkungan.

 

Dari uji coba pemakaian saluran pengolahan air limbah tersebut, secara umum kualitas lingkungan di sekitar RPH tidak tercemar lagi, dan  sebanding dengan jumlah hewan yang dipotong perharinya, yakni 20 hingga 25 ekor, serta evaluasi pemakaiannya telah diko­ordina­sikan dengan Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat.

 

”Sejauh ini, belum ada tang­ga­pan negatif dari masyarakat tentang keberadaan SPAL ter­sebut, dan sebagai langkah an­tisipasi pemakaiannya dipantau setiap hari oleh petugas la­pa­ngan, Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, diharapkan masyarakat segera melaporkan pada pihak Dinas Pertanian, sehingga dapat diperbaiki,” harapnya.

 

Pemprov Bantu Rp1 Miliar

 

Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana pen­du­kung, dan agar target ope­ra­sio­nal RPH dapat berjalan dengan baik lagi, pada tahun anggaran 2013 ini, Dinas Pertanian Kota Bukittinggi, mendapat bantuan dana tugas perbantuan dari pemerintah pusat yang dikelola pemerintah provinsi sebesar Rp1 miliar.

 

Dana tersebut akan diman­faatkan untuk merenovasi RPH Bukittinggi, meski secara umum kondisi RPH telah sesuai dengan standar kesehatan hewan dan Mas­yarakat yang akan meng­kon­sumsi, termasuk tenaga kerja yang ditempatkan, alat untuk memeriksa kesehatan hewan, alat pemotong dan te­naga medis.

 

Sehingga pada saat didis­tri­busikan ke pasar, tidak ada lagi daging hewan yang akan mem­ba­hayakan kesehatan mas­ya­ra­kat. Setelah direnovasi nan­ti­nya, keberadaan RPH Bu­kit­ting­gi lebih baik dari se­be­lum­nya, sehingga pelayanan kebu­tu­han konsumsi daging bagi mas­yarakat terpenuhi sesuai stan­dar kesehatan. RPH Bukit­ ting­gi merupakan yang terbaik di Sumatera Barat.

Sumber : Padang Ekspres

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *