HIMALOGIN

NO WAY!

NO WAY!

Konflik kecil jadi besar, organisasi pun  bisa bubar, NO WAY!

 

Andi dikenal sebagai tipe orang yang sangat humoris. Sikapnya santun dan ramah kesetiap orang yang menegurnya. Pribadinya yang supel membuat teman-temannya merasa senang berada di dekatnya. Namun di lain sisi, Andi juga dikenal sebagai pribadi yang sangat tegas dan emosional. Dia bukan orang yang ingin disalahkan jika berbuat hal yang salah.

 

Di tahun ini, Andi memiliki kesibukan sebagai pengurus organisasi di sebuah kampus ternama. Dia sangat yakin akan kemampuan dan kapabilitas ketuanya. Bahkan ketika pen-calonan ketua dahulu, dia merupakan salah satu tim suksesnya yang sangat mendukung akan keberhasilan ketuanya. Namun suatu ketika, Andi menjadi sangat benci dengan ketuanya hanya karena sebuah konflik yang sangat kecil, yakni Andi melakukan kesalahan dengan tidak disengaja namun sang ketua menegur dan menyalahkannya di muka umum. (ruang publik) tanpa rasa memotivasi. Memang jika orang lain melihat konflik yang dihadapinya sangatlah sepele, namun Andi mengganggap konflik yang dihadapi oleh dirinya adalah konflik yang sangat besar.

 

Emosi yang labil yang dimilikinya membuat dirinya menjadi gelap mata. Sehingga didalam dirinya tidak bisa membedakan mana bagian  permasalahan organisasi dan mana bagian permasalahan kehidupan sehari-hari. Permasalahan dengan ketuanya pun berlanjut hingga tidak adanya lagi tegur sapa, tidak ada lagi kata-kata candaan, dan tidak ada lagi rasa percaya terhadap dirinya.

 

Akhirnya dengan rasa terpaksa, Andi mengundurkan diri dari organisasi tersebut dan meninggalkan jabatan strategisnya dengan rasa kecewa.

 

**********

 

Nah sobat, mungkin itu sekelumit permasalahan yang sering dihadapi oleh berbagai pengurus-pengurus yang ada di organisasi. Manusia memang sejatinya diciptakan oleh ALLAH dalam bentuk dan sifat yang berbeda-beda. Ada yang memiliki fisik yang baik namun hatinya sangat busuk, kemudian ada yang fisiknya sangat buruk namun hatinya bagaikan cahaya. Bersyukurlah orang-orang yang diciptakan-Nya dalam bentuk fisik yang rapih dengan hati nan bersih.

 

‘Pengurus juga manusia’ hal inilah yang bisa saya sampaikan. Perbedaan karakter di dalam organisasi adalah hal yang lumrah. Jangan sampai kita yang harus menunggu seseorang untuk berubah agar mengikuti keinginan kita. Tetapi kitalah yang harus berubah agar orang lain mau mengikuti keinginan kita.

 

Dalam kasus diatas, antara Andi dan sang ketua, keduanya memiliki kesalahan yang mungkin tidak diketahuinya. Kesalahan sang ketua adalah menegur Andi di ruang terbuka. Dan kesan yang ditimbulkan adalah menggurui, bukan karena menyayangi. Kemudian kesalahan yang dilakukan Andi adalah dia masih terlalu memikirkan egonya. Kesalahan yang dilakukan tidak membuatnya semakin membaik. Akhirnya karena berpikir terlalu pendek, keputusan yang diambilnya untuk keluar dari organisasi hanyalah mengikuti hawa nafsunya.

Alangkah baiknya, dulu ketika andi belum memutuskan untuk keluar, keduanya saling berkomunikasi dengan terbuka tanpa harus berpikir negatif. Dan jika memang keduanya melakukan kesalahan, maka segeralah meminta maaf. Karena meminta maaf bukanlah suatu hal yang tercela. Tetapi meminta maaf adalah sebuah sikap ksatria.

 

Yakinlah, bahwa keluar dari organisasi bukanlah pemecahan dari permasalahan. Tetapi hal itu hanyalah  pelarian dari permasalahan. Terus lakukan perbaikan di dalam diri. INGAT ! jangan katakan apa yang bisa kita dapatkan dari organisasi, TAPI katakan, apa yang bisa kita berikan untuk organisasi.

 

So, what gonna we do now?  

 

HIMALOGIN …. GO…. HIMALOGIN .… GO …. HIMALOGIN …. FIGHT – FIGHT – JAYA

 

 

 

 

                 

               

               

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *