HIMALOGIN

Himpunan Mahasiswa Agroindustri

Category: Kajian HIMALOGIN (page 1 of 2)

Open Recruitment Pengurus Himalogin 2014 -2015

Open recruitment

Open recruitment

Formulir pendaftaran pengurus himalogin 2014-2015 bisa di ambil di Himalogin , atau

Bisa di download di link di bawah :

Formulir OR Pengurus Himalogin 2014 -2015

Terima kasih…

Join With Us, to make Himalogin Better..

Share

Press Release Pengabdian Masyarakat

Semangat Desa Agroindustri

Kembali lagi bersama Departemen Pengabdian Masyarakat Himalogin !!! \(´`)/

Hari Minggu, 14 April 2013 telah dilaksanakan kegiatan ATSIRI (Semangat Desa Agroindustri) di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga – Bogor yang bekerjasama dengan tim PKM Edufest. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 8.00 hingga pukul 11.45 di Aula Desa yang dihadiri oleh 30 orang warga desa, kegiatan dimulai dengan meriah oleh Hanisa Pratiwi TIN 47 sebagai MC dan dibuka dengan tilawah dari Bastiyan Khoirul Anam. Setelah pembukaan acara, acara selanjutnya adalah sambutan – sambutan. Sambutan yang pertama dari Ketua Himalogin, M Achor Mardliyan, Perwakilan dari pos daya, Pak Nurali, dan Sekertaris Desa Setempat, Pak Aceng.

presentasi atsiri 1 peserta pembekalan

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai edu-washing, edu-cooling, edu-packaging, dan edu-agropreneurship oleh R. Irkham Triaji. Acara ini dilanjutkan dengan sesi diskusi selama 15 menit dan pembagian kelompok untuk workshop pembuatan selai jambu kristal dan demo nastar. Warga desa dibagi menjadi tiga kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 10 orang. Tepat pukul 10.15 wib, pelatihan pembuatan selai jambu kristal dimulai yang dilaksanakan di luar aula dan dilanjutkan dengan demo pembuatan nastar isi selai jambu kristal. Kenapa nastar? Karena pembuatan nastar merupakan alpikasi yang paling sederhana, selain itu nastar merupakan produk yang mudah dipasarkan di kalangan ibu – ibu rumah tangga.

nastar kristal

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kegiatan disambut baik oleh para peserta, hal ini dapat dilihat dari antusias dan keaktifan para peserta sepanjang rangkaian kegiatan. Pada awal kegiatan diadakan pre-test untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masyarakat dalam penanganan terhadap jambu kristal, kemudian di akhir acara juga dilakukan post-test untuk membandingkan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Kegiatan berjalan dengan lancar sampai akhir acara, kegiatan desa agroindustri ini ditutup dengan diskusi  mengenai workshop dan pembagian konsumsi. (PM2013)

Share

Press Release TP

Sabtu, 16 Maret 2013 – Departemen Technopreneur melaksanakan Program Kerja Pengembangan Produk yang pertama kali. Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB di Sekretariat Himalogin dan Kantin Sapta. Kegiatan tersebut akan berlangsung secara rutin selama dua minggu sekali dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa Departemen TIN (khususnya anggota Technopreneur Himalogin) dalam membuat suatu produk agroindustri yang dapat dipasarkan kepada masyarakat. Program kerja ini diharapkan dapat menghasilkan 4 produk selama 1 periode kepengurusan. Produk yang pertama kali akan dicoba untuk dipasarkan adalah Nata de Melon. Oleh karena itu, seluruh anggota Departemen Technopreneur mencoba merancang formulasi yang tepat untuk produk nata de melon dan creamnya.

Senin, 18 Maret 2013 – Sejumlah 11 orang anggota Departemen Technopreneur menghadiri seminar kewirausahaan nasional yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno Jakarta sejak pukul 14.00 WIB hingga 18.00 WIB. Sebelas orang tersebut adalah Mawardi Kartasasmita, Khairunnisa, Astridia Permatasari, Ahmad Muhaimin, Nanda Arisandika, Handayani Dwirianti, Zefika Zahlinar, Luky Fadilah, Nataliya Sukma Putri, Bella Illona Siregar dan Briliyan Panji Handoko. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi undangan yang diberikan panitia Gerakan Kewirausahaan Nasional untuk para peserta Lomba Proposal Bantuan Dana Kewirausahaan Nasional 2013. Selain dihadiri oleh para peserta lomba, acara ini juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan beberapa menteri lainnya. Acara tersebut menampilkan daftar nama peserta yang lolos untuk mendapat bantuan dana dan menampilkan beberapa hiburan seperti  NOAH serta tarian tradisional nusantara. Setelah acara tersebut usai, dilanjutkan dengan ishoma di Senayan City dan perjalanan pulang ke Bogor. Selama perjalanan dari Gelora Bung Karno sampai ke Senayan City, anggota Departemen Technopreneur yang kurang tahu daerah Jakarta, mencari-cari jalan dengan bertanya kepada orang-orang di sekitar. Hal tersebut mengingatkan anggota Departemen Technopreneur terhadap kegiatan Upgrading Himalogin 2013. Oleh karena itu, anggota Departemen Technopreneur memutuskan untuk menamai kegiatan pergi bersama tersebut sebagai “Upgrading Technopreneur”.

Pada bulan Februari awal, beberapa anggota Departemen Technopreneur mengirimkan proposal bisnis ke panitia Gerakan Kewirausahaan Nasional 2013 dalam rangka mencari dana untuk pelaksaan program kerja “Pengembangan Produk”. Enam orang anggota Departemen Technopreneur dinyatakan lolos tahap proposal dan berlanjut ke tahap wawancara. Enam orang tersebut adalah Mawardi Kartasasmita (Produk: Jamur Crispy Mr. Mushroom), Khairunnisa (Usaha Konveksi Gorges), Feriska Dewita Sari (Produk: Nata de Melon), Handayani Dwirianti (Produk: Vegetable Powder Say-Hi Mr.Broca), Astridia Permatasari (Produk: Minyak Angin Aroma Parfum Hi-Care Parfume) dan Ahmad Muhaimin (Produk: Mie Yamin Ubi Miyabi). Pada acara Seminar Kewirausahaan Nasional tanggal 18 Maret 2013 lalu, keenam orang tersebut (sebagai perwakilan kelompok usaha masing-masing) dinyatakan lolos untuk mendapatkan bantuan dana penyelenggaraan usaha. Persyaratan lanjutan pun harus segera dipenuhi oleh keenam orang tersebut agar dana dapat segera dicairkan, seperti pembuatan rekening baru di Bank Mandiri, pembuatan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pengambilan sertifikat dan pengumpulan berkas-berkas lainnya. Pemenuhan persyaratan tersebut mengharuskan keenam orang tersebut untuk pergi ke Jakarta beberapa kali lagi, mulai dari hari Rabu tanggal 20 Maret 2013. Keberangkatan pada tanggal 20 Maret 2013 merupakan keberangkatan kedua ke Jakarta setelah ke Gelora Bung Karno dan akan berlanjut pada hari-hari berikutnya sampai semua persyaratan terpenuhi. Oleh karena itu, Departemen Technopreneur menamai kegiatan tersebut sebagai “Jakarta Jilid 2”.

Share

Pendirian Usaha 3

Perseroan komanditer (CV)

Komanditier atau Commanditaire Vennootshcap lebih sering disingkat dengan CV mrupakan persekutuan yang didirikan berdasarkan kepercayaan. CV merupakan salah satu bentuk usaha yang dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. CV merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.

Dalam perseroan komanditer terdapat beberapa sekutu yang secara penuh bertanggung jawab atas sekutu lainnya. Kemudian ada satu atau lebih sekutu yang bertindak sebagai pemberi modal. Tanggung jawab setuku komanditer hanya terbatas pada sejumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan. Jadi, sekutu yang terdapat dalam CV ada 2 yaitu sekutu komanditer (sekutu pasif) dan sekutu komplementer (sekutu aktif).

Perusahaan perseroan Komanditer dijalankan oleh seorang sekutu aktif dan bertanggung jawab atas segala resiko atau kewajiban pihak ketiga. Tanggung jawab ini juga sampai pada penggunaan harta pribadi. Adapun sekutu pasif hanya menyetorkan sejumlah dana, namun tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan.

Karateristik badan usaha CV:

1. CV didirikan minimal 2 orang, dimana salah satu pihak bertindak sebagai Persero Komplementer (Persero Aktif) yaitu persero pengurus yang menjabat sebagai direktur, sedangkan yang lainnya bertindak sebagai Persero Komanditer (Persero Pasif).

2. Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas perseroan. Dengan demikian, apabila terjadi kerugian maka persero aktif yang bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk menggantikan kerugian.

3. Adapun untuk persero komanditer, karena dia hanya bisa bertindak selaku sleeping patner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.

 

Keuntungan dalam mendirikan perseroan Komanditer adalah:

1. Untuk mendirikan CV untuk saat ini relative lebih sulit, karena memerlukan syarat yang cukup banyak dibandingkan dengan firma. Pendirian CV harus melalui akta notaris dan didaftarkan di Departemen Kehakiman.

2. Bentuk CV sudah dikenal masyarakat, terutama masyarakat bisnis kecil dan menegah, sehingga memudahkan perusahaan ikut dalam berbagai kegiatan.

3. CV lebih mudah dalam memperoleh modal, karena pihak perbankan lebih mempercayainya.

4. Lebih mudah berkembang karena manajemen dipegang oleh orang yang ahli dan dipercaya oleh sekutu lainnya.

5. CV lebih fleksibel, karena tanggung jawab terbatas hanya pada sekutu Komanditer sedangkan yang mengurus perusahaan dan mempunyai tanggung jawab tidak terbatas hanya sekutu komplementer.

6. Pengenaan pajak hanya satu kali, yaitu pada badan usaha saja. Pembagian keuntungan atau laba yang diberikan kepada sekutu Komanditer tidak lagi dikenakan pajak penghasilan.

 

Adapun kerugian jika memilih perusahaan dalam pentuk CV antara lain:

1. Maka tanggung jawab akan menjadi tanggung jawab pribadi apabila sekutu komanditer menjadi sekutu aktif.

2. Status hukum badan usaha CV jarang dipilih oleh pemilik modal atau beberapa proyek besar.

 

Sementara itu untuk mendirikan CV tidak diperlukan syarat yang berat. Adapun persyarata pendirian CV adalah sebagai berikut:

1. Pendirian CV disyaratkan oleh dua orang, dengan menggunakan akta notaris dan menggunakan bahasa Indonesia.

2. Pada pendirian CV, yang harus dipersiapkan sebelum datang ke notaris adalah adanya persiapan mengenai: nama CV yang akan digunakan, tempat kedudukan CV, siapa saja yang bertindak sebagai persero aktif, dan persero diam, maksud dan tujuan pendirian CV serta dokumen persyaratan yang lain.

3. CV tersebut didaftarkan pada pengadilan negeri setempat serta membawa perlengkapan berupa: SKPD (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan, guna memperkuat kedudukan CV.

(-PR-)

Share
Older posts

© 2017 HIMALOGIN

Theme by Anders NorenUp ↑